Setelah menerimah bisikan yang entah dari mana asalnya, dia berbisik sendu "ngebloglah...ngebloglah" bisikan itu terus berulang beberapa hari yang lalu. Aku berusaha untuk mengabaikannya, tetapi bisikan itu semakin hari semakin kuat dan aku pun tak sanggup lagi bertahan. Maka ku putuskan untuk mebuka blog yg telah lama kutinggalkan.
Betapa kagetnya aku saat pertama kali membuka blogku itu, kasian sakali dia, kondisinya sangat tidak terawat, yang harus dilakukan pertama kali adalah pembenahan disana-sini. Sentak aku merasa bersalah padanya, kondisinya yang usang, penuh dengan sarang laba-laba, debunya pun sangat tebal. Maaf aku blogku aku telalu lama mangabaikanmu. Aku janji aku tak akan lagi melakukan itu, percayalah.
Febryan
Rabu, 23 Januari 2013
Senin, 23 Juli 2012
Entahlah
Saat berjalan di pinggiran tabir gelap kehampaan
Aku bertanya pada sbuah impian yang tak lagi bersinar
Kehidupan ini seakan sebuah matamorgana yang tak ada
habisnya
Tidak ada lgi realitas yang tersingkap di dalamnya, yang ada
hanya bayang
Ilusi itupun terus datang dan datang menggoda dengan
mesranya
Kemana lagi kenyataan kan kucari…
Aku masih disini. Ditempat dulu aku menunggumu…
Masih hangat rayumu…masih berbekas belaiyanmu…ya masih
kurasa..
Kemana perginyan kenyataan…
Dunia kini tanpak asing tuk ditapaki..yang ada hanya
kebisuan..
Ya kebisuan..
Mengumpat
Aku tidak tahu knp aku terlalu mementingkan perasaanku dari
pada impianku…
Disaat semua orang terus berjuang menggapai impiannya, jutsru
aku larut dengan perasaanku…
Setiap hari kuhabiskan hanya tuk berhayal….ya berhayal
tentangmu…
aku juga tidak mengerti ada apa denganku….ada apa dengan mu….
yang aku mungerti hanyalah, dengan berhayal aku bisa memiikimu
seutuhnya….
Aku takut dengan kenyataan….aku selalu ingin ditempat ini…ya
dihayalanku….
Aneh….memang aneh….
Kadang kala aku memaki kehidupan…..mengumpatnya…..mencacinya….ya
kadang kala…
Aku sering bertanya pada diriku….knp tak sedetikpun waktuku
kuhabiskan tanpa memikirkanmu…..
Kamis, 20 Januari 2011
Tentang Dia dan Kekosonganku
keheningan yang terasingkan begitu terkuak
kemana ketenangan….?
kemana bayang yang dulu menyiksa….?
kemana nafas yang dulu berembus sendu…..?
keheningan memcekam menelusuk jauh ke dalam tulangku
hingga ronamu kian terhapus retak tak terkulai
yang ada hanya dia dan kekosonganku…
kemana ketenangan….?
kemana bayang yang dulu menyiksa….?
kemana nafas yang dulu berembus sendu…..?
keheningan memcekam menelusuk jauh ke dalam tulangku
hingga ronamu kian terhapus retak tak terkulai
yang ada hanya dia dan kekosonganku…
Langganan:
Postingan (Atom)